Kamis, 27 Mei 2010

KOPASSUS JUGA MILIKI SENJATA STEYR

KOPASSUS JUGA MILIKI SENJATA STEYR

Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto dalam Majalah GATRA No 47(10 Oktober
1998) menyebutkan bahwa senjata Steyr hanya dimiliki Kepolisian. Pernyataan
ini SANGAT MENYESATKAN karena seolah-olah pelaku penembakan empat mahasiswa
Trisakti adalah polisi.

Sejak awal diketahui bahwa anak peluru yang ditemukan pada korban berasal
dari senjata Steyr, meski akhirnya hasil pemeriksaan/uji balistik anak
peluru di Puslabfor POLRI, ITB dan Pindad membuktikan bahwa anak peluru itu
BUKAN berasal dari senjata Steyr milik POLRI. Kalangan Mabes ABRI
sebetulnya tahu, senjata
Steyr juga dimiliki KOPASSUS, pasukan elit TNI-AD sejak tahun 1989,
bersamaan dengan Brimob.

Senjata Steyr pada awalnya hasil pilihan POLRI dari senjata jenis-jenis
lainnya, yang diperkirakan cocok sebagai senjata organik Polri, khususnya
Brimob, dikaitkan dengan tugas POLRI, khususnya Brimob, di masa depan.

Tahun 1985-an, Polri melakukan uji coba senjata Steyr buatan Austria khusus
untuk kepentingan kepolisian. Sebelumnya persenjataan milik POLRI,
khususnya Brimob, sangat beragam, sehingga menyulitkan dukungan amunisi,
perawatan dan pemeliharaan. Misalnya AK-47, SKS, RPG (ketiganya buatan Uni
Soviet), Mauser (Jerman, sisa PD II), LE (Lee Enfield, Inggris, sisa PD II,
dulu senjata utama infanteri TNI-AD sebelum berpindah ke Garand M1. Kal.
7,62 mm), AR-15 (Amerika Serikat, cikal bakal M-16. Kal. 5,56 mm), M-16A-1
(Amerika Serikat. Senjata utama TNI selain senapan serbu SS-1 buatan PINDAD.
Kal. 5,56 mm), Luger Mini (Jerman, kal 5,56 mm), US Carbine, terkenal
sebagai Jungle Rifle atau M2 (Amerika Serikat, kal 9 mm/.30 inch), yang
tersebar di satuan-satuan Brimob di seluruh Indonesia.

Pilihan akhirnya jatuh pada senjata Steyr AUG-POLICE (versi polisi) karena
spesifikasi teknisnya antara lain laras lebih pendek, perawatan lebih mudah,
amunisi mudah diperoleh (5,56 mm, kaliber peluru standar NATO dan dibuat oleh
PINDAD dalam jumlah besar), pegangan lebih kokoh karena dilengkapi dengan
tangkai pemegang di depan yang dapat dilipat, magasen tertanam di popor, dan
dilengkapi dengan pejera optik yang dapat digunakan pada malam hari dengan
bantuan sedikit cahaya. Namun jumlahnya sangat terbatas sehingga hanya mampu
mencukupi satuan setingkat detasemen.

MENGAPA KOPASSUS IKUT MILIKI STEYR ?

Pada saat usulan pengadaan senjata Steyr diajukan POLRI ke Dephankam/Mabes
ABRI dengan kekhususan spesifik untuk tugas POLRI, maka tidak ada alasan
bagi Dephankam/Mabes ABRI untuk tidak setuju. Namun timbul perasaan
was-was, senjata Steyr akan menyaingi kemampuan TNI-AD.

Maka pengadaan juga diperuntukkan bagi satuan elit TNI-AD (KOPASSUS), malah
dalam jumlah lebih banyak. KOPASSUS memesan senjata Steyr dalam versi
militer dengan kelebihan sebagai berikut:

- laras lebih panjang dari versi kepolisian
- warna hijau militer
- dilengkapi dengan alat peredam suara dan pelontar granat M-203 (AUG-8)
bahkan dapat dilengkapi dengan peralatan infra-merah dll
- dilengkapi dengan bipod yang merangkap sebagai pemutus kawat berduri
- jarak tembak efektif lebih jauh (dengan bantuan pejera optik standarnya,
seorang sniper terlatih akan dengan mudah mengenai sasaran sebesar orang
sejauh 300 meter).

POLRI menerima senjata Steyr bersamaan waktunya dengan Kopassus yaitu tahun
1989. POLRI menggunakannya pertama kali pada waktu Operasi Nila (operasi
pemberantasan ladang ganja) di Aceh, sedangkan Kopassus dalam Operasi Jaring
Merah di Aceh Utara, Aceh Pidie, Aceh Timur. Operasi Jaring Merah
dikendalikan Komandan Korem Liliwangsa Aceh saat itu Kolonel (Inf) Sofian
Effendi (sekarang Letjen TNI, Sekjen Depdikbud) dan pasukan KOPASSUS berasal
dari Grup II Serang pimpinan Kolonel (Inf) Sunarto Kuli (sekarang bertugas
di Itjen Mabes ABRI).

Dari uraian di atas, menjadi jelaslah secara faktual, satuan yang memiliki
dan menggunakan Steyr BUKAN HANYA POLRI, tetapi juga oleh KOPASSUS. Steyr
versi militer milik KOPASSUS malah lebih canggih, lebih banyak jumlahnya,
namun jarang terlihat digunakan secara terbuka, seperti pada upacara
militer, parade dan defile. KOPASSUS pasti punya alasan tersendiri seperti
juga dimilikinya kendaraan taktis dengan senapan mesin berat dipasang di
atasnya, yang sanggup bergerak dengan mudah di padang pasir.

Yang jelas, sangatlah aneh jika seorang Panglima ABRI tidak tahu bahwa
satuan bawahnya memiliki peralatan dan perlengkapan militer yang canggih.

PERTANYAANNYA: APA MOTIVASI DAN SASARAN YANG INGIN DICAPAI PANGLIMA ABRI
DENGAN MEMBERI PERNYATAAN TERBUKA BAHWA HANYA KEPOLISIAN YANG MEMILIKI STEYR.

Apakah ini konspirasi tingkat tinggi? ****

Catatan Redaksi:

Kami menambahkan beberapa data tambahan serta koreksi kecil di sana-sini
terhadap naskah asli. Beberapa tambahan data tentang senjata POLRI diambil
oleh redaksi SiaR dari JANE'S INFANTRY WEAPONS 1987-1988, edisi ke 13.

Steyr AUG (Army Universal Gun) dibuat oleh Steyr-Daimler-Puch AG, Divisi
Senjata Api, Steyr Werke. Lisensi juga diberikan kepada sebuah pabrik di
Australia.

Ukuran Peluru : 5.56 mm x 45 mm
Berat kosong : 3,05 kg s/d 4,9 kg tergantung jenis penggunaanya. Berat
magasen berpeluru penuh sekitar 0,49 kg
Mekanisme : memakai gas
Magasen : Plastik, 30 s/d 42 peluru tergantung jenis penggunaannya
Kecepatan tembak: 650 peluru/menit
Asesori : bayonet, bipod, carrying sling, pelontar granat M-203,
bisa dilengkapi dengan teropong malam, peredam
Pengguna : Austria, Indonesia, Australia, New Zealand, dll

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar